Skip to content

Tidak Ada Hadits Salam-salaman Setelah Sholat

15/01/2020

πŸ“Œ *Tidak Ada Hadits Salam-salaman Setelah Sholat*

Itu kan kebaikan, kenapa dilarang?!”… Inilah sanggahan yg sering kita dengar dari sebagian orang yg terjatuh dalam amalan bid’ah saat diingatkan.

Sungguh, perkataan ini merupakan tanda kurang-tahunya dia tentang bid’ah.. Jika dia mengetahui hal-hal berikut, tentu ucapan itu tidak akan terlontar darinya.

1. Ranah bid’ah adalah ibadah, sehingga tidak mungkin terlihat sebagai keburukan… Semua bid’ah tentunya terlihat baik, krn berupa ibadah yg dibuat-buat dan dimodivikasi sehingga terlihat mulia dan sangat pas.

2. Bid’ah bukan sekedar amalan yg tdk diterima… Tapi, dia merupakan DOSA yg harus ditinggalkan, sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam: “Jauhilah hal-hal yg baru (dalam agama), karena semua perkara yang baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah KESESATAN”. [HR. Abu Dawud:4607 dan yang lainnya, shahih]. Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- dahulu tidak pernah bersalam-salaman setelah salam dari shalat fardhu… ini menunjukkan bahwa diantara sunnah Nabi adalah tidak bersalam-salaman setelah shalat fardhu.

Nah, ketika bid’ah bersalam-salaman setelah shalat ini menjadi kebiasaan di suatu tempat, maka meninggalkannya akan dianggap suatu kekurangan, bahkan suatu kemungkaran.

Padahal dahulu Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- meninggalkan hal itu dan tidak melakukannya, pantaskah kita katakan bahwa amaliah Nabi itu kurang, atau bahkan suatu kemungkaran?! Dahulu Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam- setelah shalat; membaca dzikir-dzikir yang disyariatkan dan beristighfar 3 kali, kemudian beliau pergi…. Dan semua kebaikan ada dalam tindakan mengikuti Rosul shallallohu ‘alaihi wasallam.
Tidak bisa dipungkiri, bahwa orang yang sudah terbiasa bersalam-salaman setelah shalat fardhu, kemudian dia tidak melakukannya atau melihat orang lain tidak melakukannya, tentu dia merasa kurang afdhol, padahal justru itulah sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam… pantaskah sunnah Nabi dianggap kurang afdhol?! Atau pantaskah ajaran beliau dirasa ada yang kurang?! Diringkas dari :
Penulis : Ustadz DR.musyaffa ‘Ad Dariny, MA
══ €❁✿❁€ ══

PERMATA SUNNAH GRUP WA

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s